Tere Liye

Jarak antara orang yang sabar dengan orang yang berbahagia itu hanya sehelai benang saja.
Sudah dekat sekali.

Anonim

Kebahagiaan hidup tidak diukur dari penilaian orang lain, dia datang dari dalam jiwa.
Kamu sendiri yang menilai seberapa bahagia dirimu, kebahagiaan yang sejati atau palsu belaka.

Anonim

Kita tidak hidup dengan standar orang lain.
Karena standar orang lain tidak akan membuat bahagia diri kita.
Mulailah mencintai diri sendiri dan menghargai kemampuan yang kita miliki apa adanya.

Anonim

Suka ngurusi kehidupan orang lain ?
Bisa dipastikan 70% hidupnya sendiri tidak bahagia, 30% kurang piknik.
(anonim)

Tere Liye

Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.

Tere Liye

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri. Kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun bahwa kita itu baik. Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetapi kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.

Tere Liye

Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia. Apakah mudah melakukannya? Itu sulit. Tapi bukan berarti mustahil.